Senin, 28 Oktober 2019

Saya sudah cerdas ??

Selamat siang sobat muda ☺☺
admin mau cerita lagi tentang hasil "ngopi" tadi malem.
setelah jalan-jalan seharian dan setelah temen-temen bergelut dengan kesibukannya masing-masing sehari full, kita sempatkan untuk berhenti sejenak dan berkumpul sambil "ngopi" bareng lagi.
Cerita tentang keluh kesah sebagai orang tua menjadi awal diskusi kami. Ternyata, masik banyak orang tua yang memiliki mindset tidak perlu memberikan perndidikan maksimal untuk anak. Yah,, itu dialami oleh salah satu dari kita sendiri yang bercerita tentang orang tuanya sesekali masih memilih untuk menyimpan uang demi membeli sepetak tanah daripada diberikan kepada cucunya yang sedang menempuh pendidikan. 

Kita sebagai generasi penerus bangsa Indonesia pasca kemerdekaan memang mempunyai tugas berat. Bukan melawan penjajah secara fisik lagi, akan tetapi penjajahan melawan kebodohan. Penjajahan ekonomi, penjajahan idiologi, dan penjajahan ilmu pengetahuan adlah lawan yang kita hadapi sekarang sehingga kita tidak tertinggal oleh bangsa lain.
Oleh karena itu, sangat penting bagi generasi muda ini untuk betul-betul menciptakan perubahan sekecil apapun sebagai bukti bahwa Pemuda adalah tonggak bangsa. 

Admin sadar, betapa sulitnya mengubah mindset masyarakat yang berada di daerah pelosok seperti daerah admin. Tetapi itu bukan sebuah masalah jika kita mulai menyadari akan pentingnya sebuah pendidikan bersama-sama dari generasi ini. Selanjutnya kita membalaskan dendam ini kepada anak cucu kita nanti sebagai balasan ketidak mampuan kita dalam mencari ilmu. Kita berusaha keras bagaimapun caranya agar anak-cucu kita nanti mempunyai pengetahuan yang jauh lebih luas daripada kita. Setidaknya itu akan menjadi cikal bakal yang akan merubah mindset bahwa pendidikan itu memang sangat penting di zaman serba canggih dan era persaingan global seperti ini.

Adanya seorang Dokter spesialis itu karena dia telah belajar bertahun-tahun di sekolah kedokteran. Adanya Handphone canggih itu karena seseorang yang telah belajar teknik, soft ware, hard ware selama puluhan tahun. Munculnya tanaman organik itu juga karena terdapat orang-orang yang telah puluhan tahun mempelajari ilmu biologi, kimia, tekstur tanah, dan lainya. Itu adalah sedikit contoh betapa pentingnya pendidikan. 

Apakah kita sudah terlambat?
no.. no.. no..
Tidak ada kata terlambat untuk sebuah perubahan ke arah yang lebih baik. Tentunya mindset itu perlu kita bangun mulai dari sekarang, akan tetapi bagi kita yang sudah terlanjur tidak sekolah dan ingin mencari ilmu, pasti banyak jalan. Salah satu yang dapat kita lakukan adalah membentuk PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat). Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan serta Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 1 Tahun 2012 tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Nonformal dan Informal. 

Akan tetapi ini harus betul-betul terlahir dari masyarakat secara umum dan menjadi tanggung jawab semua masyarakat. Dengan adanya persamaan visi dan berangkat dari satu keresahan bersama maka bukan hal yang tidak mungkin ini menjadi sarana perjuangan bersama dalam melawan penjajah abadi yang bernama "kebodohan". Dengan adanya pusat belajar di suatu masyarakat tentu akan memperbaiki pola pikir dan pengetahuan masyarakat itu sendiri. dengan seperti itu, lambat laun mereka yang tidak mampu atau belum mengenyam pendidikan akan menyetarakan pengetahuan dan keilmuannya. Mari kita menyadari bahwa pendidikan adalah tiang dunia. 

Selamat hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2019

Saya sudah cerdas ??

Selamat siang sobat muda ☺☺ admin mau cerita lagi tentang hasil "ngopi" tadi malem. setelah jalan-jalan seharian dan setelah...