Minum kopi dan nyambung rokok adalah rutinitas malam kami.
Kumpulan orang-orang yang mungkin mendapat image buruk bagi sebagian orang yang melihat apa yang kami lakukan. di saat orang-orang lain tidur, karena besok pagi harus bekerja di sawah, atau membuat batu bata, kami malah asyik ngopi dan ngelinting (rokok buatan sendiri).
Tapi jangan salah, berawal dari ngopi inilah kami mempunyai ide dan mimpi. kami mempunyai mimpi untuk membuat Desa kami lebih maju. Kami tidak ingin, besok anak cucu kami bekerja seperti ayah dan ibu kami yang tiap pagi buta ke "brak boto" (tempat membuat batu bata) bergulat dengan tanah sampai siang. Pulang untuk makan siang dan sholat kemudian pergi ke sana lagi sampai petang. Petang pulang, makan sholat maghrib, isya kemudian tidur. Rutinitas seperti itu yang tidak ingin kami lihat di masa anak cucu kami nanti.
Menjadi generasi millennial ada untungnya dan ada ruginya. Untungnya, tentu kita punya kesempatan untuk mengejar mimpi lebih luas daripada generasi zaman dulu. Mudahnya akses informasi dan banyaknya bidang-bidang baru memberi kita ruang gerak yang luas. Sementara kemajuan zaman juga membuat pikiran juga semakin terbuka. Ruginya, kaum millennial terkenal dengan generasi yang pembosan, sulit konsisten pada satu hal dalam jangka waktu yang lama.
Kita barangkali adalah generasi yang tertarik pada risiko. Bila generasi terdahulu bisa bertahan di suatu tempat hingga puluhan tahun, kita bisa tiba-tiba saja memutuskan ingin pergi karena merasa apa yang kita jalani selama ini bukanlah yang kita inginkan. Lantas dengan semangat mengejar mimpi yang sesungguhnya, kita mengorbankan banyak hal, mulai dari meninggalkan pekerjaan hingga mengeluarkan modal yang besar.
Atas izin Allah, salah satu admin telah menyelesaikan studi pada salah satu Universitas di Jogja dua tahun yang lalu, tepatnya Oktober 2017. Kemarin sempat menjadi salah satu Wakil Kepala Sekolah bagian Kurikulum di salah satu Sekolah swasta di Wonosobo dan hampir di promosikan menggantikan Kepala Sekolah di sana. Akan tetapi komunitas kami (komunitas ngopi) membutuhkan dia untuk bersama-sama memperjuangkan Desa tempat lahirnya. Dengan berbagai pertimbangan akhirnya dia mau meninggalkan kesibukan sebagai pengajar di Sekolah itu dan memulai rutinitas di Dusun yang tentunya tidak seperti rutinitas sebelumnya dari segi lingkungan sosial, budaya maupun ekonomi finansial. Pejuangan butuh pengorbanan brooh hehe.
Tiga bulan berlalu kami sering "ngopi" bareng, membicarakan hal yang jarang dibicarakan masyarakat, mencari masalah dan mencoba mencari jalan keluarnya. Kami belajar mencari segala potensi dan mencoba bermimpi. Tiba suatu siang, admin ngobrol dengan seorang tetangga, pekerjaan sebagai buruh penjahit baju balita. Si Ibu mengeluhkan minimnya pemasukan dari penjahit karena memang rata-rata upah nya tidak lebih dari 30 ribu per hari. Saya bertanya, apakah Ibu bisa menjahit kaos? dan ada berapa ibu-ibu yang menjadi buruh jahit di sini?. Si Ibu menjawab "susah kalo bikin kaos, belum bisa, rumit, mesin nya juga beda dari mesin Ibu, kalo jumlah temen-temen yang ikut buruh jahit sih lumayan banyak, lebih dari 15" katanya.
Obrolan tadi menjadi bahan "Ngopi" kami di malam berikutnya. Singkat waktu kami mempunyai mimpi untuk membuat konveksi Dusun atau Desa yang di kelola oleh Ibu-ibu tadi. Kami menghimpun ibu-ibu yang sudah mempunyai basic jahit atau yang mau belajar menjahit untuk diberi pelatihan yang bekerjasama dengan PemDes atau BLK. Sementara itu, kami juga menggalang dana untuk merealisasikan apa yang kami impikan. Kami mulai turun ke jalan, menyebar proposal dan mencari sumber dana yang halal untuk mewujudkan ini.
jika sobat muda ada yang mau membantu kami, silahkan kirim donasi dari blog ini atau juga bisa lewat situs berbagi di sini.
Mari kita para millenial untuk bermimpi dan bergegas membuat perubahan.
Selamat malam sobat muda..
Kode HTML:
<a href="https://www.domainesia.com/?aff=11664" target="_blank"><img src="https://goo.gl/VtL511" alt="DomaiNesia"></a>
Kode HTML:
<a href="https://www.domainesia.com/?aff=11664" target="_blank"><img src="https://goo.gl/VtL511" alt="DomaiNesia"></a>
Tidak ada komentar:
Posting Komentar